Wednesday, May 7, 2014

Mukena Batik Cantik

Kain-kain batik yang sudah lama dibeli. Sepertinya sekitar dua tahun yang lalu. Baru jadi dijahit tahun lalu, baru difoto bulan lalu. Lama aja yaaa.. modal terbatas tapi pingin produksi banyak. Alhamdulillah akhirnya jadi juga mukena-mukena batik cantik ini. Semoga aja ada investor mau modalin saya usaha mukena dan baju muslim dari bahan kain batik. Pingin bikin baju bayi dari kain batik, nanti bikin kembaran deh bunda sama kaka sarah. Senangnya punya anak perempuan ^^

Sunday, April 27, 2014

Suvenir Tas Batik Cantik

Tas batik ini sebenarnya adalah tas mukena anak. Ukurannya cukup untuk dimasukkan mukena yang dilipat-lipat. Dari bahan kain batik pekalongan dengan warnanya yang cerah ceria. Satu kain hanya satu warna dengan satu motif. Suka banget sama batik-batik cantik ini. Cocok buat suvenir pernikahan lho...
Next... mukena anak dari bahan batik ini yang saya posting ^^

Wednesday, April 9, 2014

Wajahmu Mengalihkan Duniaku


Sarah Savaira Althafunnisa...

Sejak kelahirannya hari-hari saya berubah, tepatnya hari-hari kami (saya dan suami). Ada gadis kecil menggemaskan yang hadir di hidup kami. Anggota keluarga baru kami yang disambut dengan penuh suka cita. Cucu perempuan diantara dua cucu laki-laki di keluarga saya. Kamar saya di rumah ibu pun ikut berubah jadi lebih bersih, rapih dan hadir benda-benda milik sarah yang sudah dipersiapkan sejak sebulan sebelumnya. 

Di awal kelahirannya semua orang ikut bergembira. Tamu datang silih berganti. Ucapan selamat dan doa tercurah untuk gadis kecil kami. Bahagianya merasakan jadi ibu baru. Rasanya ajaib melihat wajahnya yang kata orang mirip saya.

Menjadi ibu baru adalah sesuatu yang luar biasa menyenangkan tapi juga luar biasa sulit. Jam tidur sarah yang ga tentu di awal kelahirannya, membuat seisi rumah hampir ga pernah tidur nyenyak di malam hari karna tangisnya. Luka jahitan yang belum sembuh masih terasa dan membuat saya ga lincah bergerak. Sempat terserang demam meriang juga karna infeksi. Penyesuaian proses menyusui juga ga mudah buat saya. Apalagi dengan luka lecet akibat posisit menyusui yang salah. Rasanya membuat malas menyusui. 
Tapi alhamdulillah dengan penuh perjuangan sarah belum pernah kekurangan asi dari bundanya. Saat itu saya baru sadar bahwa menyusui itu sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat terutama suami. Alhamdulillah ketika saya merasa sakit, ayah selalu bilang "sabar ya bunda" sambil mengecup kening ^^ 

Di minggu-minggu awal kelahirannya rasanya takut sendirian hanya berdua sarah ketika ga ada ibu, juga ketika suami ga ada disamping saya di malam hari. Walaupun ada ibu yang membantu menggendong sarah ketika ia menangis. Kalaupun ada suami, paling-paling ia tertidur pulas ga dengar suara tangis sarah. Ga apa yang penting ia ada. Melihat ia ada tertidur sudah cukup. Apalagi kalau ia terbangun lalu mengambilkan saya minum atau mijit kaki. Terimakasih ayah ^^

sesudah kesulitan ada kemudahan. Satu kesulitan tidak pernah mengalahkan dua kemudahan. Alhamdulillah perlahan-lahan luka jahitan sembuh sekitar minggu ketiga. Sedikit-sedikit memperbaiki posisi menyusui yang nyaman buat saya dan sarah. Luka akibat salah menyusui juga smakin sembuh. Saya semakin tenang menghadapi sarah yang menangis. Saya juga mulai memberanikan diri membawa sarah ke rumah tajwid dan liqo. Ingin selalu membawanya kemanapun saya pergi. Termasuk ketika sudah kembali mengajar nanti.

Baiknya Allah menciptakan kepada perempuan masa nifas selama 40 hari. Menjadi gugurlah kewajiban solat dan puasa. Agar perempuan yang baru melahirkan bisa istirahat sejenak, menyembuhkan sakitnya, menyesuaikan diri dengan bayinya dan membangun ikatan cinta dengan bayinya. Allah Maha Tau yang terbaik untuk hamba-Nya.

Rasa lelah dan sakit hilang begitu melihat wajahnya. Apalagi ketika sarah bobo.. rasanya dunia damai dan bahagia. Lelah yang menyenangkan. Makasi ya Rabb telah menganugerahkan seorang gadis kecil. Smoga kami dapat menjaga amanah-Mu yang pertama.. yang kedua kelak, ketiga, keempat dan seterusnya. Aamiiin..

Friday, March 14, 2014

My little girl: Sarah Savaira Althafunnisa

Senin, Duapuluh tujuh Januari...
Ketika kebahagiaan kami menyembul di awal hari..
Pagi itu pukul 05.49 lahir seorang putri cantik yang sudah 38 minggu usianya di dalam kandungan saya. Masya Allah rasanya luar biasa. Luar biasa rasanya tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata karna saat itu saya sudah menjadi ibu bagi buah hati kami. Luar biasa karna merasakan perjuangan menjadi ibu yang selama ini hanya saya tau lewat cerita saja. Melahirkan buah hati kami yang pertama.. pengalaman pertama yang tidak akan terlupakan.

Kelahiran buah hati kami lebih cepat dua minggu lebih. Ia memilih waktunya sendiri untuk dilahirkan. Hari minggu sebelumnya saya masih menyempatkan diri jalan pagi bersama suami di UI. Aktivitas yang hampir rutin kami lakukan. Bersyukur ada suami yang masih sempat menemani saya jalan pagi di hari minggu, atau sabtu sore atau malah kadang pagi hari weekday sebelum ia berangkat ngajar. Walaupun ia seringkali kasihan melihat saya terlihat kelelahan karna jalan jauh tapi saya tetap senang dengan aktivitas jalan kaki selama hamil. Pulang dari ngajar TK juga saya manfaatkan untuk jalan kaki dari TK ke rumah ibu. Sore hari baru pulang ke kontrakan kami naik angkot karna jaraknya jauh. Mungkin kebiasaan jalan itulah yang membuat proses kelahiran saya terhitung cepat. Saat itu kontraksi ringan mulai terasa tiap lima menit. Saya masih menikmati jalan kaki dan menyempatkan diri nonton anak-anak kecil latihan wushu. Beladiri yang dari dulu ingin saya ikuti tapi belum kesampaian. Someday kaka yang akan jadi peserta wushu cilik.

Makin malam kontraksi makin terasa. Rasanya mules luar biasa. Jam delapan malam belum ada pembukaan, begitu kata bidan. Makin malam kontraksi makin kuat. Mata mengantuk dan lelah, tapi apa daya kontrakssi yang ada membuat mata tak bisa terpejam. Jam duabelas malam pembukaan satu, lagi kata bidan yang sama. Saya diperolehkan menunggu di rumah bidan sambil istirahat disana. Saya memilih untuk pulang daripada harus melahirkan di rumah bidan. Saya bisa mengganggu seorang ibu dan bayinya yang baru saja lahir kalau saya melahirkan disana. Terbayang saya akan teriak-teriak selama proses melahirkan. Alhamdulillah saat itu ada suami disamping saya. Membantu saya mengelus punggung. Saya menahan sakit kontraksi, ia menahan kantuk luar biasa sambil mengelus pelan punggung saya. Jam tiga saya putuskan untuk pergi ke klinik tempat saya biasa memeriksa kehamilan. Rasanya sudah semakin dekat dan semakin tak tahan. Alhamdulillah di klinik bidannya ramah-ramah. Menangani saya dengan lembut dan sabar, walaupun saya nakal karna mengejan sebelum waktunya. Mengerti betul ga boleh mengejan sebelum bukaan lengkap, bahkan bidan-bidan pun slalu mengingatkan dengan lembut "ibu jangan ngeden dulu ya". Saya gagal tarik nafas dan buang nafas. Karna tiap buang nafas selalu sambil mengejan.

Satu dokter empat bidan dan didampingi suami, saya menjalani proses melahirkan normal. Ketika itu terbayang ibu yang melahirkan saya, terbayang inilah maksudnya surga ada di telapak kaki ibu, terbayang bahwa iniah maksudnya Rasullulah menyebutkan kata "ibu" sebanyak tiga kali sebelum "bapak". Ya Rabb ampuni hambaMu ini...

Alhamdulillah pukul 05.49 lahirlah putri pertama kami. Rambutnya hitam lebat, bibirya merah merekah. Beratnya 3,1 kg dengan panjang 47 cm. Rasanya bahagia luar biasa ketika ia diletakkan di dada saya. Melihat wajahnya.. merasakan gerakan jari-jemarinya yang mungil. Lengkap sudah kebahagiaan kami hari itu. Makasi ya Rabb atas segala karunia yang telah Engkau berikan kepada kami atas putri kecil kami. Semoga kami bisa menjadi orangtua yang dapat mendidik putri kami menjadi putri yang solehah, berguna bagi agama dan masyarakat, dan menjadi pejuang di akhir zaman yang berjihad di jalan-Mu.. aamiin..
Bayi Sarah baru pulang dari klinik ^^
Sarah Savaira Althafunnisa

Sarah diambil dari nama istri nabi ibrahim. Perempuan yang pertama beriman kepada nabi Ibrahim, cantik dan tidak terpengaruh oleh lingkungannya yang menyembah berhala. Semoga Sarah menjadi perempuan yang cantik dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yan buruk dimanapun ia berada.
Savaira artinya pagi hari.
Althafunnisa diambil dari tokoh anna althafunnisa di film Ketika Cinta Bertasbih ^^ Artinya perempuan yang lembut. Semoga Sarah menjadi perempuan yang lembut. Cantik, pintar, cerdas, berhijab rapih seperti tokoh anna althafunnisa. Aamiiin..
Satu bulan usianya dan belum dicukur ^^
Hari minggu pagi di UI. Istirahat sejenak setelah lelah jalan kaki sambil nonton latihan wushu anak-anak
Selama kehamilan saya dan suami selalu mengajak kaka bicara. Saya sering bicara padanya "kaka nanti lahirnya kalau ada ayah aja ya. Lahrinya malem aja atau subuh". Alhamdulillah kaka pintar, tau bundanya akan jauh lebih nyaman kalau ada ayahnya. Kaka memilih waktunya sendiri untuk dilahirkan, ketika ada ayahnya disamping saya pada waktu subuh.

Terimakasih kaka Sarah, sudah hadir di hidup ayah dan bunda.. we love you..

Friday, January 17, 2014

White Vintage Pouch

Dah lama ga blogging, karna jaringan internet ga nyambung-nyambung. Padahal banyak yang mau diposting. Waaah pagi ini Depok sudah diguyur hujan dari semalam. Musim penghujan dan banyak tempat yang terkena banjir. Alhamdulillah rumah saya bebas banjir. Smoga hujan ini mendatangkan keberkahan bagi semua orang. Walaupun banyak yang terkena banjir, insya Allah ada hikmahnya dibalik banjir. 

Alhamdulillah usia kandungan sudah 35 minggu dan kaka sama bundanya sehat. Insya Allah bulan depan insya Allah kaka dan bunda bertemu ^^. Masih sibuk ngajar tapi jadi jarang bikin produk. Baru yang ini aja bikin white vintage pouch untuk suvenir pernikahan. Pouch berbahan kain blacu dengan aksen renda. Bunganya tetep dari kain blacu.

Thursday, January 2, 2014

One Day One Juz


Membiasakan membaca quran sehari satu juz di luar bulan ramadhan rasanya agak susah. Ketika ramadhan banyak energi positif untuk membaca satu juz quran dalam sehari, lingkungan pun mendukung sekali. Ketika bekerja kantoran dulu, jam istirahat makan siang bisa dipakai tilawah, maupun ketika istirahat ashar dan juga setelah dhuha. Bahkan di perjalanan kereta banyak orang yang terlihat memegang quran kecil atau handphone sambil khusuk komat-kamit membaca quran. Suasana ini menjadi pendukung tilawah satu juz sehari. Ketika hamil, saya targetkan untuk membiasakan membaca satu juz satu hari. Tapi nyatanya setelah lewat ramadhan, rasanya susah. Hingga akhirnya targetan tilawah hanya beberapa lembar dalam sehari, mulai dari 8 lembar sehari, 6 lembar sampai turun jadi 3 lembar.

Sudah hampir dua bulan ini saya ikut komunitas ODOJ (One Day One Juz). Awalnya tiba-tiba saja saya diinvite bergbung di grup ODOJ whatsapp untuk akhwat. Setelah bertanya pada suami ternyata ia yang meminta temannya ikut memasukkan saya di grup itu. Dan saya pun mulai mengikuti irama grup whatsapp ODOJ ini sambil masih kebingungan grup seperti apa ini? Siapa penggagasnya?

Ternyata setelah diikuti, grup ini terdiri dari 30 orang yang diberi tugas masing-masing membaca 1 juz quran. Ada admin grup yang mengendalikan jalannya grup, ada juga penanggung jawab (PJ) harian yang bertanggung jawab mendata list hari tersebut dan siapa-siapa yang sudah selesai 1 juz dan yang belum dari pagi hingga jam 9 malam. PJ harian ini bergantian. Kalau member tidak sanggup menyelesaikan 1 juz dalam hari itu karna alasan tertentu, bacaannya bisa dilelang dan diambil oleh member lain yang bersedia. Targetan harian 1 grup adalah khatam quran. Kalau sedang haid dan memilih untuk tidak membaca quran, bisa diganti dengan mendengar murrotal, atau membaca terjemah. Tidak ada yang mengawasi apakah kami benar-benar membaca quran atau tidak. Cukup Allah saja yang mengawasi. Dan subhanallah, banyak cerita-cerita luar biasa dari para ODOJer. Walaupun dalam 1 grup kebanyakan hanya kenal lewat whatsapp, kami saling mendukung satu sama lain, saling menyemangati tilawah anggota lainnya. Persaudaraan tilawah quran :) Update terakhir saya kemarin sudah ada sekitar 46.000 lebih anggota ODOJer dari ikhwan dan akhwat. Subhanallah... smoga bisa terus bertambah.

Di awal memang sulit membiasakan kembali membaca 1 juz dalam sehari di luar ramadhan. Baca 3 lembar, 5 lembar, 8 lembar... ko habis-habis.. hehehe.. tapi lama kelamaan jadi terbiasa. Bahkan ketika sudah lelah karna aktifitas seharian dan baru sempat tilawah di malam hari, tilawahnya jadi lebih khusuk dan enak. Ga lagi dikejar-kejar tinggal berapa lembar yaa? Alhamdulillah,. semakin menikmati membaca 1 juz 1 hari. Alhamdulillah kaka setiap hari mendengar bundanya baca quran 1 juz ditambah tilawah ayahnya juga. Kalau ayah libur ada dirumah berarti kaka bisa dengar 2 juz bacaan quran dirumah. Karna kami biasa bergantian kalau baca quran, jadi ga bentrok. Semoga dengan banyak mendengarkan bacaan tilawah ayah dan bunda, kaka jadi terbiasa mendengar quran dan jadi mudah menghapalnya kelak.

Kunci sukses 1 day 1 juz adalah meluangkan waktu bukan membaca di waktu luang. Maka sejak saya tergabung dalam grup ODOJ, kapan saja dimana saja meluangkan waktu untuk tilawah. Ketika berpergian naik angkot (kalau supirnya ga nyetl lagu dan suasana angkot kondusif aja sih^^), di kereta (alhamdulillah selalu dapat duduk karna perut gendutnya ^^), bahkan ketika kami berteduh menunggu hujan reda dari perjalanan naik motor juga menyempatkan tilawah. Saya dan suami saling mengingatkan target tilawah harian. Semoga tetap istqomah dalam kebaikan dan menyebarkan kebaikan. Aamiiin...

Pendaftaran klik DISINI



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...